am I?

Standard

I’ve been thinking that I’m a ghost to everyone around me.

I never really stayed before in my life. 2 years. 3 years. nothing more.

I left my footprints, yes. a lot.

but then I’ll be all gone. just like that.

I was dreaming of a sweet commitment and this “string” that can get me attach to something.

but then as I grew older, I don’t think that I can be in such a group or anything.

if I got toooo attached, it would be a nightmare for everyone.

I’ve been there a lot.

I tried not to get tooo close, but somehow I failed.

I’m done hurting people, but there are just people who got hurt because of me.

if I say that I’m a ghost, I won’t know their reaction towards this statement of a fact.

is it a wrong thing to say that I really am a ghost?

Advertisements

box of chocolate #1

Standard

you know how does it feels like.. when you found someone who truly accepts you for who you are, and not on what you have?

first of all,

gue mau bilang kalo hidup itu kayak.. hidup.

gimana cara lo menganalogi kan hidup itu tergantung individual masing-masing

but for me, life is like a life itself.

kalo dibilang kayak box of chocolate.. mungkin itu berasal dari pengertian bahwa di dalam sekotak coklat, ada berbagai rasa.. tapi tetep aja ada coklatnya kan? dan di dalam hidup, ada emosi-emosi yang lo alamin dalam perjalanan hidup lo, tapi tetep aja ada rasa kebahagiaan di akhiran setiap kejadian yang lo alami.

that’s for me. karena apapun masalah yang lo lewatin, in the end you’ll find a great reason to smile. lo akan menemukan ketenangan, kebahagiaan dan pelajaran tersendiri.

semua kejadian-kejadian dan emosi yang lo laluin cuma jalan menuju kebahagiaan lo nantinya. semua kacang, kismis, rum, dan bahan-bahan lain dalam isian sebuah coklat itu cuma perantara biar lo bisa lebih menikmati coklat itu sendiri. karena bahan-bahan itu dibaluti coklat itu sendiri kan. Karena lo tau apa? karena setiap hal yang lo lewati dibaluti oleh kebahagiaan lo sendiri.

In the end, you’ll taste the pure chocolate.

Iya sih, lo gabakal tau apa yang bakal lo hadapin. Lo ga bakal tau jenis makanan (kacang, kismis, rum..?) apa yang bakal kegigit sama lo pas lo makan coklat itu.

Iya sih, lo gabakal tau seberapa besar lo harus menjalani kehidupan di situasi yang udah ditentuin buat lo. Lo ga bakal tau seberapa gede itu isian yang tersembunyi dan berapa lama lo harus merasakan dan mengunyah makanan itu di mulut lo.

kotak coklat itu akan menjadi ruang lingkup kehidupan lo yang udah ditentuin dari sononya. semua coklatnya adalah kondisinya. yang memberi bisa jadi orang yang memberikan lo influence paling besar, atau orang yang bakal mempengaruhi lo secara baik ataupun tidak.. it can be anything.

ada yang bilang orang yang lebih banyak coklat cenderung lebih sering merasakan yang namanya stres ataupun depresi.. lika-liku hidup yang mengakibatkan itu terjadi.
apakah lo melihat adanya tali yang membuat itu semua nyambung ga?

Pernah mikirin tentang filosofi sekotak coklat sebelumnya?

Kayaknya tuker-tuker pikiran asik nih 😉

living in the world full of meaning

Standard

weheee udah lama banget gue ga nulis ya..

apa kabar readers??

hmm setelah ber tahun2 (eaa lebay) ga nulis, expect lah ya gue nulis jadi lebih normal gitu.. lebih dewasa.. lebih.. BERBOBOT..

don’t worry, you’re not alone.

so i’ve been thinking..

apa definisi lo tentang hidup?

apa filosofi kehidupan lo sampe lo bisa hidup sampe sekarang?

iyee dalem otak lu pasti pada: “tai banget si tika soksokan ngomongin filosofi..” hahaha terus mau klik close blog gue.

neeeeeeeeeeheeeeee, ini penting masbro mbaksis sekalian.

hina lah diriku setelah kita berfikir bersama.

katanya mau liat postingan gue lebih okeeee?? manaaaa buktinyaaaa??? hahaha..

okeoke, so balik ke permasalahan kita..

pertama.. anak-anak pinter yang otaknya rada ga nyante, jenius luar biasa pasti ada filosofi kehidupan mereka sendiri.. dan begitu juga anak2 yang oh-so-called-berandal.

heeiittsss jangan salaahh.. mereka malah paling berfilosofi loh hidupnya.

dibalik semua tato yang mereka ukir di badan mereka sendiri, dibalik teriak-teriak emo di lagu screamo mereka.. dibalik tindikan-tindikan yang beda tipis sama sapi..

yah sebenernya tergantung group anak-anaknya juga sih, tapi as far as i know, anak-anak “liar” itu anak-anak yang berhasil survive. mereka ngerti artinya makna kehidupan untuk mereka dan mereka mencoba ikhlas walopun untuk beberapa pasti susah banget. but hey. look what they’ve done. semua yang gue bilang tadi itu paling ekspresi mereka.. tapi sebenernya di dalamnya ada tanda kedewasaan yang mendalam.

hanya mereka yang mengerti. karena mereka yang mengalami.

dan hebatnya.. mereka ga peduli tuh mau mereka di judge kayak monyet gitu sama society mereka.

peer pressure.

satu lagi masalah manusia dalam kehidupan sehari-hari.

kehidupan sosial lo jahat.

sadar ga sih? sejahat apa kehidupan sosial yang ada di sekeliling lo sekarang?

and they’re meant to be like that. namanya juga human nature bro..

human nature kalo menurut oom darwin ya.. itu jahat, agresif, kejam.. pokoknya jelek-jelek deh udah ga tertolong lagi..

nah tergantung lo sekarang yang punya filosofi bagaimana cara kalian menyikapi kejahatan sosial yang ada di sekeliling kalian.

kalo ampe ada yang memaksa lo buat berubah.. coba pikir 2 kali..

mereka cuma nge judge kan.. nah mereka nge judge kelakuan lo.. apakah mereka tau lo ngelakuin itu karena apa?

apa mereka ngerasain apa yang lo rasain?

the rest, is for you to think..

oh and 1 more..

second chance.

seberapa yakin lo sama second chance?

bahkan hidup aja cuma sekali..

ever think of that?

total AWH-SOME-NESSSS

Standard

goooodd evening fellasssss!!

good to be home.

not really, actually.

gue sekarang ada di kamar, seharian disini terus ga keluar-keluar sama roommate baru gue (iya, 3 semester gue disini, udah 3 gue punya roommate yang beda-beda. freak abis). selain badan den lah litak lah, gue juga lagi mager parah. soalnya kemaren 2 hari gue pergi campiing sama temen2 gue disinii.

so here it goes.

jadi ceritanya mereka semua iseng planning camping gitu kan, terus kita2 yg lain ini pada ditanyain beneran mau pergi atau ga.

jadi niatnya itu pergi ke air terjun di daerah perak terus bikin tenda disana. EHHH ternyata ga ada orang yang ngurus itu tempat, jadi karena daripada nanti ada “apa-apa” akhirnya kami camping di tepi pantaaaaiiii brooooooo B-)

sebenernya ga di tepi nya juga sih, tapi akhirnya kita berdiriin tenda tinggal ngesot doang juga udah nyampe ke pantai. serunya kebangetaaann (lebay ah tik), rugi banget yang ga ikuutt :p ahahahahahahaha #manasmanasin.

so, hari pertama.. hari minggu tanggal 22 januari 2012, kami berangkat dari hutan nilai ke hutan perak. kalo kata kak sella, from jungle to jungle. dari hutan ka hutan jo lai, macam ndak ado tampek lain se mah. kita convoy 3 mobil, mobil pertama itu isinya makhluk2 ajaib aja tu (kecuali gue). jadi:

mobil 1: kakajie, kakrazin, kaksella, tikahairayangunyubet.

mobil 2: kakarief, kakalvin, mona, ria, kakrizka.

mobil 3: kakhans, kaksergio, kakedon, kakchris, kakfreddie.

jam 8.30 pada cauu, sempet berhenti beberapa kali, dan waktu itu ada *ehem* semacam *ehem* sedikit kecelakaan. tapi alhamdulillah penumpang semua baik2 ajaa O:)

waktu itu kan mobil 1 nya mobil saga, yang 2 lagi myvi, dateng kak sella yang dengan sangat polosnya bilang “coba kita bertiga convoy myvi ya” ternyata di-aminin sama malaikat. pergi bawa saga, pulang bawa myvi. terus karena dari beberapa hari yang lalu pada heboh banget ngmongin mobil di towing, akhirnya itu saga putih kena towing beneran. wakakaka loak.

terus pada akhirnya kita nyampe di peraaakk, di lata kekabuuuu. tapi sebelum nurunin barang-barang, kita pada liat tempat dulu kan. eh rupanya gabisa camping. bisa sih, ada tempatnya gitu tapi ternyata harus bayar, dan dodolnya pengurus tempat rekreasi itu ga ada, lagi pada cuti. apa ga kriuk kali. terus kami nanya sama orang-orang yang jual makanan disekitar situ kan. pokoknya intinya dia bilang “pandai2 jaga dirilah kalian ya”. pas denger itu langsung mikir aja semua. gile lowh ditengah hutan kita doang sendirian, di kampung orang. kalo ada apa-apa gimana nihh.

udah gitu ya langsung pada diem, mikir. LAH TERUS ABIS INI NGAPAIN!? balik gitu ke nilai? kentang gilak. ngapain banget jalan 4 jam tapi abis itu balik ke nilai. kan ga locooooooo.

akhirnya malem itu juga kami cabuts ke penang. pulau yang kayak campuran bali sama singapur.

camping di tepi pantai brooowwwhhh *backsound wakawaka* #ganyambung

nyampe sana udah malem jam 9, ternyata air lagi naiiiiiikkkk, sowhhh sambil mikirin gimana-gimananya, kita semua muter2 di daerah deket situ (pake acara nyangkut beli lampu) terus makan seafood. tadinya mau makan di tempat-tempat yang sonoan dikit, tapi gatau kenapa embel-embelnya ke tempat pertama juga. labil tingkat dewa.

akhirnya jam 1 gitu pda buka tenda, dan pada sepakat berdiriinnya jangan di tepi pantainya banget. 1 tenda kelar dalam jentikan jari #lebe. yang 1 lagi bermasalah. saya ulangi, ber-ma-sa-lah!!

jadi tuh kerangka2 tendanya ga ada yang pas, dan akhirnya jadinya mencong-mencong gitu tendanya. pake debat-debat lagi. apalagi si madam, ngeras semuanya. ckckck. udah jam setengah 2 pada naik pitam semua wakakaka. tapi akhirnya dengan kerja keras dan teamwork, tenda pun berdiriiiiii. jengjeeeeennngg.

trus ya tiba2 ada yang ngajak tidur di apartemen gitu.

apa ga yang langsung bete maksimal. tingkat dewa. tingkat langit ketujuh. #kemudianhening.

akhirnya debaaaaaatt lagii sampai jam 3.

debat debat debat, embel2nya pada stay juga pun. ada yang tidur di mobil, yang cewek2 di tenda, ada beberapa cowok di tenda, tapi ada juga yang ngeronda ngejagain anak-anak sama barang2. kak alvin, kak hans, kak sella sama kak rizka tuh pada ga tidur demi yang lain. magazineeee!!! #plokplokplok. jahat abis kan. iya jahat abis. jahatnya udah abis, jadi tinggal baiknya doang.

terus besok pagi gue bangun jam 7 sak kenciiing. rupanya kamar mandi di pantai bukanya jam setengah 10. gile aje mending gue ke laut trus numpang pipis dah. tapi ternyata ada kamar mandi di kantor polisi deket sana. numpang pipis doang kudu lapor polisi, rebek abis. abis itu gue sama yang udah pada bangun main2, ngobrol2, sampai yang lain bangun siang jam 11-an gitu.

tadinya sih mau ke cameron highland, cuma gajadi karena perkiraan waktu. kita kudu balikin mobil jam 8-an gitu kan, dan duit buat mobil udah fix banget.

akhirnya kami muter2 penang terus singgah buat makan sama solat sampe jam 4. tapi dijalan itu ya ga ada yang namanya diem. rusuuuhhhh aja semuanya. emang dasar yang ikutan tuh ga ada yang waras mentalnya, jadi adaaa aja yang dibecandain. apalagi sama kak arief sama mona. ditambah pula kak ajie kak sella. ada pula kak rizka yang sering jadi bahan becandaan. kak razin yang jadi tempat pelampiasan (kena cubit, tabok). belum lagi yang super rusuh kayak kak sergio. kak hans sama kak alvin yang suka langang2 gitu mukanya.

pas pulang, kita semua mampir kan di tmpat mkan pak botak, masa ampe planning mau lanjut ke malaka. rusuh kali lah udah ga tertolong lagi itu pasti kalo beneran jadi jalan ke malaka, si mona kena hanyut ke dumai.

never know kalo liburan di malay itu bakal seseru ini.

that’s what you get if you had a super-awesome friends around.

this camping trip is one of the best ever!

selain camping gue pas di HS dulu, yang serunya juga gila-gilaan, ini serunya beda deh.

dang, i wish i could have more of this stuff.

in love with these guys like my they’re in my bloodline.

semoga masih ada camping2 trip selanjutnyaaa, because this shit is just so awesome that you’ll crave for more.

this is what i called a total awesome-nessssss!!!

when things are going off-limit

Standard

yeah, i learned so much from you.

i live my life because of you.

i thought so much about you.

you are playing a very big role in my life. ever since.

you did a lot of sacrifices for me.

you teach me so much it blows my mind to the limit.

i’m used of your presence.

you made me of what i am now.

i still need you.

but don’t you think is a little too much?

or.. way too much?

sorry i disappointed you, but i didn’t mean tooooooo.

don’t you think that i’m feeling the same thing?

how i just feel so guilty, feel so disappointing, feel so mad at myself?

i hated myself of what just happened.

of what i just thought.

but then just please don’t make it worst.

it’s in the edge already, can’t you just see how desperate i was the other day?

how i wanted to end everything, how i just wanted to change myself? just to make you happy?

because i don’t think i make you happy.

part of me now is a mess.

you don’t want this. never wanted this.

see how much i hated myself because i can’t make you happy?

see how terrible i am?

you expect too much.

i can’t afford it. i’m not capable.

but i tried. i want to make you happy. i want to fulfill your dream. i want to reach and get those expectations of yours on me.

sorry i couldn’t make it.

sorry if i’m just a little brat with so much things going on inside her head.

sorry i disappointed you.

sorry if i’m not a perfect daughter.

the child

Standard

what will he be for the next 20 years?

what will he do next year?

even so, will he be the same tomorrow?

being so quiet, having strange thoughts in mind about how life would be, how things would turn out to be, how can things go the other way around, how is this whole thing is happening right there.

why am i here?

maybe that’s it.

why not being in other places, big world of what i know.

that kid need someone to hold on to.

being raised with a drug-user father, and a mood or even personality disorder mother has never been so easy for him.

he’s 6, school-aged, but never raised properly by his own parents.

always got into fights, even if they have to do it right in front of the child’s eyes. they didn’t know what kind of personality in their son’s soul that they’re creating.

hate.

guns.

spits.

screams.

slaps.

tears.

drugs.

fights.

i’m not sure if he really knows what family means.

i think those stuff is his definition of a family to him.

would someone please help him?

and you sure needs a lot of work to do.